Loading...

Wali Kota Tegal Putuskan Lockdown Local: Mending Saya Dibenci daripada Warga Jemput Maut

Loading...

Wali Kota Tegal Dedy Yon SupriyonoWali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memutuskan Lockdown local. Dedy menyampaikan kebijakan ambil Lockdown itu pada saat melakukan jumpa pers di Pendapa Balai Kota Tegal, terkait pasien positif covid-19 di Tegal, Rabu (25/3/2020). Sebagaimana dikutip dari Suarajawatengah.id (26/03/2020).

Dedi sendiri mengaku bahwa kebijakan itu sebetulnya sangat dilema untuk mengarantina di wilayah pemerintahannya.

“Ini adalah pilihan yang pahit dan saya juga dilema. Jika disuruh memilih, lebih baik saya dibenci, daripada maut menjemput mereka,” kata dia.

Dia juga mengaku bahwa dirinya sangat prihatin kepada salah satu warganya yang dinyatakan positif corona. Dan saat ini warga tersebut sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kardinah Tegal.

“Ini berita yang sangat memprihatinkan, bahwa pasien laki-laki berusia 34 tahun pada hari ini dinyatakan positif covid-19,” ucapnya.

Setelah memiliki pasien positif corona, Dedy menyatakan Kota Tegal menjadi kota darurat. Pemkot Tegal akan melakukan fully local lockdown untuk mengurangi penyebaran covid-19.

Local lockdown tersebut akan dilakukan mulai 30 Maret sampi 31 Juli 2020 mendatang. “Seluruh perbatasan akan kita tutup, tidak lagi menggunakan water barrier tetapi MBC beton untuk memagar pintu-pintu masuk,” tegas Dedy Yon.

Dalam masa Lockdown local ini jalur yang di buka hanya jalur nasional dan provinsi.

 “Itu beratnya MBC beton kurang lebih dua ton, jadi warga tidak akan menggeser,” paparnya dalam jumpa pers.

Di samping itu ia berharap kepada masyarakat agar mengerti dengan kondisi tersebut.

Dedy Yon juga mendoakan pasien yang positif Corona segera sembuh dan pulih kembali.

Loading...

0 Response to "Wali Kota Tegal Putuskan Lockdown Local: Mending Saya Dibenci daripada Warga Jemput Maut"

Post a Comment

Loading...