MUI Imbau Umat Islam Lakukan Salat Gaib bagi Korban Meninggal Covid-19

shalat dan demo kedubes india
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau untuk mendirikan shalat ghaib untuk korban meninggal virus corona. Saat ini, total ada 48 orang meninggal akibat virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina tersebut.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Soleh, mengatakan, agar umat Islam juga melakukan qunut nazilah di setiap shalat fardhu. Semuanya, kata dia, berdoa dan berharap agar Allah selalu melindungi negeri ini dari wabah yang lebih pelik sambil berharap agar wabah Covid-19 segera sirna.

“Seiring dengan belum terkendalinya penyebaran Covid-19 dan bertambahnya jumlah korban. Melakukan shalat ghaib bagi umat Islam yang wafat akibat Covid-19 dan mendoakannya. Shalat ghaib bisa dilaksanakan di rumah masing-masing, baik berjamaah maupun sendiri-sendiri,” kata Asrorun lewat pesan tertulis, Ahad (22/3).

Terkait pengurusan jenazah, MUI telah menerbitkan tata cara pengurusan (tajhiz al-janaiz) mengikuti ketentuan fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020. Pengurusan jenazah terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengafankan harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak berwenang. Akan tetapi, tetap memperhatikan ketentuan syariat.

“Sedangkan untuk menshalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19,” ungkapnya.