Innalillahi, Ulama Nyentrik Kiai Ayip Abbas Meninggal Dunia

INNALILLAHI wa innaillaihi rajiun, Nahdlatul Ulama (NU) berduka karena kehilangan sosok pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqomah Buntet Cirebon, KH. Ayip Abbas bin Abdullah Abbas pada Jumat malam, 6 Maret 2020.

Kabar duka ini beredar melalui pesan singkat whatsapp, “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Merasa kehilangan dan duka sedalam-dalamnya atas wafatnya KH. Ayip Abbas bin Abdullah Abbas, pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqomah Buntet Cirebon dan juga Dewan Khos Pengurus Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama. Semoga beliau husnul khotimah, semua amal ibadahnya diterima, semua dosa dan khilafnya diampuni dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amiinn.”

Informasi mengenai meninggalnya Kiyai Ayip dibenarkan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Dakwah dan Masjid, KH Abdul Manan A. Ghani.

"Iya, saya mendengar beliau meninggal. Kabarnya tadi malam, tapi jam persisnya saya belum tahu. Informasinya seperti itu," katanya saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (7/3/2020).

Lebih lanjut, kata dia, Dewan Khos Pengurus Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama itu wafat setelah mengisi pengajian dan shalawatan di pondok pesantrennya yang biasa digelar secara rutin.

"Setelah mengisi pengajian di pesantrennya beliau (kabarnya) muntah-muntah, tidak lama meninggal dunia," ucap Abdul Manan.

Kepergiannya cukup mengejutkan karena memang tiba-tiba. Kemudian, lanjut Kiai Abdul Manan, ternyata Kiai Ayip wafat dua hari setelah pulang menjalankan ibadah umrah.

Ia melanjutkan, Kiai Ayip dikenal sebagai sosok yang luar biasa. Ia adalah ulama nyentrik, senang bergaul dengan anak-anak muda, serta penggemar seni. "Gaul dengan anak-anak muda, pembinaan, penggemar seni, anak motor vespa gaul sekali. pembina anak-anak, temen, enggak seperti kiai pada umumnya. Beliau ulama yentrik, senang gaul," pungkasnya.