Loading...

Umat Islam di Slovenia Akhirnya Punya Masjid Pertama Setelah 50 Tahun Tertunda

Loading...

Masjid pertama di Slovenia akhirnya dibuka di kota Ljubljana pada Senin (3/2/2020) waktu setempat. Kehadiran masjid pertama di Slovenia tersebut akhirnya terwujud setelah melewati berbagai masalah, dari pendanaan hingga oposisi dari sayap kanan. Masjid ini juga akhirnya bisa rampung dibangun setelah digagas.

Mereka yang kontra dengan proyek ini, termasuk mereka yang mengkritik pembiayaan pembangunan masjid dari Qatar, telah berulang kali mencoba untuk menghentikan pembangunan masjid itu. Dikutip dari New Strait Times, mereka dilaporkan beberapa kali mengirimkan kepala babi dan darah ke area pembangunan Masjid Ljubljana tersebut.

Meski mendapat penolakan, Walikota Ljubljana, Zoran Jankovic, telah mendukung proyek ini. Konstruksi yang dimulai pada 2013  lalu menelan biaya sekitar 34 juta euro (sekitar Rp515 juta), dengan 28 juta euro di antaranya merupakan sumbangan Qatar. Pimpinan komunitas muslim setempat, Mufti Nedzad Grabus mengatakan bahwa pembukaan masjid tersebut adalah sebuah titik balik bagi kehidupan umat muslim di sana.

“Slovenia adalah negara bekas Yugoslavia terakhir yang punya masjid, menjadikan Ljubljana ibukotanya daripada kota provinsi di ujung dunia," katanya. Ia juga memperkirakan ada sekitar 80 ribu Muslim di negara asal Melania Trump itu saat ini.

Arsitektur Masjid Ljubljana ini tampak bergaya futuristik yang modern. Sang arsitek, Matej Bevk, mengatakan kepada AFP bahwa timnya ingin mengaitkan nilai-nilai arsitektur Islam tradisional dengan arsitektur kontemporer. Bevk juga menambahkan bahwa kaca di bangunan itu dimaksudkan untuk menunjukkan transparansi dan keterbukaan.

Dikutip dari AFP, Masjid Ljubljana ini mampu menampung sekitar 1400 jamaah dan dijadikan pusat kebudayaan Islam (Islamski versko-kulturni center) di negara tersebut. Masjid dengan minaret setinggi 40 meter tersebut juga menjadi tuan rumah bagi kantor-kantor komunitas, pusat pendidikan dengan perpustakaan, serta fasilitas pendukung lainnya seperti restoran, lapangan bola basket, tempat tinggal bagi para ustaz.

Semua bangunan di kompleks tersebut terbuat dari beton putih yang dipadukan dengan baja, kaca, dan kayu. Kubah besar berwarna biru menjadi sorotan di bagian dalam masjid ini, dengan bentuknya yang mengingatkan pada masjid-masjid terkenal seperti Masjid Biru di Istanbul, Turki.

Dilansir dari Novinite, pemeluk muslim di negara tersebut saat ini berjumlah 2,5% dari populasi negara tersebut yang totalnya sekitar 2 juta jiwa. Selama ini, sebelum berdirinya masjid pertama di Slovenia itu, umat muslim beribadah dan merayakan upacara keagamaan lainnya dengan menyewa aula atau gedung-gedung lain. Umat muslim di negara dengan mayoritas warga beragama katolik tersebut pertama kali mengirimkan permintaan didirkan masjid di tahun 1960 silam. Waktu itu Slovenia masih menjadi bagian dari negara komunis Yugoslavia.

Wah, bagus banget ya bangunan masjid pertama di Slovenia ini. Semoga peristiwa ini bisa menjadi refleksi buat kita semua untuk lebih terbuka dan memberi ruang pada keberagaman sesama manusia!

Loading...

0 Response to "Umat Islam di Slovenia Akhirnya Punya Masjid Pertama Setelah 50 Tahun Tertunda"

Post a Comment

Loading...