Subhanallah, Warga ini Meninggal saat Mendengarkan Khotbah Jumat, Semoga khusnul khotimah

Saat mendengarkan khotbah Jumat di Masjid An Nimah, Jatikuwung, Jumat (7/2/2020), kepala pria ini terkulai dan kemudian tersungkur.

Jamaah mengira pria bernama Sudarmadi tertidur. "Setelah dipegang tubuhnya kok dingin, ternyata meninggal. Jamaah kemudian menghubungi Polsek Gondangrejo untuk ditindaklanjuti," ungkap Pardi Parto Wirejo yang duduk disebelah Sudarmadi.

Kapolsek Gondangrejo, AKP Riyanto mengatakan warga Banyu Biru, RT 002/RW 008, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar ini, dilaporkan meninggal secara mendadak ketika melaksanakan ibadah Salat Jumat pada pukul 12.15 WIB. Saat itu, menurut kesaksian warga, Sudarmadi duduk di saf paling depan dan sedang mendengarkan khutbah.

Namun, tiba-tiba, posisi kepala Sudarmadi menunduk dan kemudian sujud. "Jamaah lainnya yang ada di sebelahnya kemudian curiga dan memeriksanya. Ternyata sudah meninggal. Saat itu warga kemudian meminggirkan jenazah dan menutupinya dengan sarung lalu Salat Jumat lanjut dulu," ucapnya seperti dilansir dari solopos.com

Polsek Gondangrejo kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 12.45 WIB dan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sudarmadi. Dari pemeriksaan yang dilakukan dokter Puskesmas Gondangrejo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun bekas penganiayaan pada jenazah. Penyebab meninggalnya Sudarmadi diduga lantaran penyakit yang sudah lama diderita.

"Kami bersama petugas Puskesmas Gondangrejo kemudian melakukan pemeriksaan. Kemungkinan karena serangan jantung. Dari keterangan keluarga, korban sebelumnya memang ada riwayat penyakit jantung dan darah tinggi. Jadi memang disebabkan faktor kesehatan," imbuh dia.

Setelah dilakukan pengecekan, jenazah Sudarmadi kemudian dibawa oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar ke rumah duka di Dusun Banyu Biru RT 002/RW 008, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar. Jenazah rencananya dimakamkan keesokan harinya lantaran masih menunggu anggota keluarga.

"Saat ini jenazah sudah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai keyakinan dan adat di sana. Kemungkinan pemakaman besok karena ada anggota keluarga yang masih dalam perjalanan," ujarnya.