Loading...

Allah Merahasiakan Diterimanya Sebuah Amalan, Agar Hati Kita Selalu Khawatir

Loading...

Allah merahasiakan diterimanya sebuah amalan, agar hati kita selalu khawatir. Dia juga selalu membuka pintu taubat, agar kita selalu punya harapan.Dan Dia menjadikan penentu status seseorang pada amalan penutup hidupnya, agar tidak seorang pun tertipu dengan amalnya.

Seandainya paras dan ragamu lebih penting dan berharga dari ruhmu, tentunya ruh tidak naik ke langit, sedang raga harus dikubur dalam tanah. Betapa banyak orang terkenal di muka bumi, namun ia tidak dikenal di penghuni langit.

Sebaliknya, betapa banyak orang tak dikenal dibumi, namun ia dikenal baik oleh penghuni langit. Ukuran kemuliaan di sisi Allah adalah kekuatan takwa, bukan kekuatan raga. Maka lihatlah kedudukanmu di sisi Allah, dan tinggalkan penilaian manusia.

Ada enam perkara yang dirahasiakan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya. Tentu, ada alasannya. Antara lain, agar hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam mendapatkannya.
Umar bin Khathab RA berkata, “Sesungguhnya, Allah merahasiakan enam perkara di balik enam perkara.”

Pertama, Allah merahasiakan ridha-Nya di balik ketaatan hamba-Nya. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada-Nya.

Dengan begitu, hamba-Nya tidak akan mengesampingkan ketaatan kepada-Nya walaupun tampaknya sederhana. Sebab, boleh jadi di balik ketaatan yang tampaknya sederhana itulah terdapat ridha-Nya.

Kedua, Allah merahasiakan murka-Nya terhadap hamba-Nya yang “berani” melakukan kemaksiatan. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh menjauhi kemaksiatan. Dengan begitu, hamba-Nya tidak akan menyepelekan kemaksiatan dalam segala bentuknya, kendati tampaknya sederhana. Sebab, boleh jadi di balik kemaksiatan yang tampaknya sederhana itulah terdapat murka-Nya.

Ketiga, Allah merahasiakan kapan datangnya malam kemuliaan (lailatul qadar). Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh beribadat sepanjang bulan suci Ramadhan. Seperti dijelaskan dalam firman-Nya, lailatul qadar itu lebih baik dibandingkan seribu bulan. Allah berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS al-Qadr [97] : 3). Ambil contoh, sebagaimana dinyatakan dalam sabda Rasulullah SAW, pahala (amalan) sunah di dalamnya ditingkatkan menjadi setara dengan pahala (amalan) wajib.

Keempat, Allah merahasiakan wali-Nya terhadap hamba-Nya. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya tidak merendahkan derajatnya. Selain itu, agar hamba-Nya tidak meminta didoakan oleh mereka. Dengan begitu, hamba-Nya akan bersungguh-sungguh menghormati setiap hamba-Nya dengan tidak meremehkannya. Sebab, boleh jadi orang yang diremehkan itu adalah wali-Nya.

Kelima, Allah merahasiakan datangnya ajal (kematian) di balik umur hamba-Nya. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya mempersiapkan diri dengan baik sepanjang hayatnya untuk menyambut kedatangannya. Sebab, sejatinya kematian itu bisa datang secara tiba-tiba.

Keenam, Allah merahasiakan datangnya waktu shalat Wustha. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh mengikhtiarkannya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, shalat Wustha merupakan shalat paling utama di antara shalat lima waktu.

Loading...

0 Response to "Allah Merahasiakan Diterimanya Sebuah Amalan, Agar Hati Kita Selalu Khawatir"

Post a Comment

Loading...