Bukan Coronavirus, Inilah Wabah ‘Virus’ Paling Berbahaya yang Mengancam Indonesia


Coronavirus saat ini sedang menjadi momok. Penanganan dan gerak cepat pemerintah China dengan kemajuan teknologinya membuat penyebaran virus bisa yang katanya bisa membunuh 65 juta dalam 18 bulan tak begitu menjadi momok karena sudah ada kabar telah dapat disembuhkan.

Sebelumnya, penyakit baru yang berbahaya dan gampang menyebar pun pernah berawal dari Timur Tengah yaitu MERS. Bedanya, waktu itu tak ramai yang membahas bahwa penyakit tersebut disebabkan karena azab. Berbeda dengan Coronavirus yang mewabah di salah satu tempat di China yang dikait-kaitkan dengan azab. Hal itu karena segala isu miring tentang perlakuan muslim Uighur di China.

Terlepas dari kedua virus yang pernah menghebohkan dunia tersebut, kita sebenarnya harus waspada terhadap virus yang berasal dari daerah kita. Jika virus yang berasal dari luar negeri, sebelum menyebar ke Indonesia pasti sudah ramai dan segala upaya dilakukan oleh pemerintah setempat dan organisasi kesehatan dunia pun saya rasa tak akan berpangku tangan saja. Jadi kita orang Indonesia Cuma mengunggu hasil atau obatnya ditemukan.

Virus yang mampu menyebar dengan cepat memang harus diwaspadai. Apapun virusnya, ketika tidak segera diobati atau hanya didiaman saja, serta tak memiliki imun yang kuat, maka dengan mudah merenggut nyawa manusia. Meskipun itu hanya virus flu biasa.

Di sebuah tempat di India ada suku terasing yang berasal dari suku zaman pra-Neolitik. Pemerintah India melarang orang asing dan bahkan orang India yang berasal dari luar masuk ke pulau tempat suku terasing Sentineles tersebut berada. Hal itu bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup dan melindungi Suku Sentineles dari penyakit apapun. Hal tersebut karena penyakit dari luar daerah tersebut, belum ada imun yang kuat dalam tubuh suku terasing Sentineles. Oleh sebab itu, jika ada orang asing dari luar yang memaksa masuk, apapun tujuannya, itu sama saja secara tidak langsung berpotensi menghabisi seluruh hidup manusia yang ada di situ. Suku terasing Sentineles sendiri terkenal karena kasus terbunuhnya misionaris Kristen yang memaksakan masuk ke kawasan tersebut.

Di dunia modern saat ini imunisasi sudah banya dialakukan atau bahkan sudah menjadi kewajiban dalam rangka memperkuat kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, ketika balita, anak-anak baru lahir pun sudah mulai diberi imunisasi dari tahap awal hingga akhir.Contohnya, dulu Indonesia pernah banyak orang terkena polio, sekarang sudah jarang karena sudah ada imunisasi polio.

Namun akhir-akhir ini, ada sekelompok orang yang membawa ajaran terkait penafsiran agama yang menolak imunisasi dengan alasan haram. Ada juga yang menganggap imunisasi sebagai konspirasi dari orang Yahudi dan lain sebagainya. Dan mirisnya, banyak yang percaya. Tulisan terkait haram dan konspirasi, dulu kerap dishare dalam media sosial.

Bahkan ketika anak saya lahir di seorang Bidan imunisasi awal pun harus diminta. Ketika kami meminta, sang bidan pun bilang, gak langsung dikasih imunisasi karena biasanya ada yang gak mau anaknya diimunisasi. Hal ini sangat membuat hati saya gundah dan miris, karena saya memikirkan keadaan si anak yang orang tua gak mau anaknya diberi imunisasi.

Pemikiran-pemikiran seperti itulah yang menurut saya sangat berbahaya di Negara kita tercinta. Pemikiran tersebut sudah menular dengan cepat bagaikan virus. Dan virus pemikiran seperti itu yang lebih bahaya dari Coronavirus. Itu menurut saya.

Kita bisa bayangkan, jika virus seperti itu menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, suatu saat Indonesia akan dipenuhi dengan generasi-generasi sakit dan cacat karena orang tuanya gak mau anaknya diberikan imunisasi. Penyakit yang sudah bisa dicegahkan pun bisa ‘menghabisi’ orang Indonesia. Itu semua karena rasionalitas dan pemikiran yang terlalu mengesampingkan sebuah fakta demi penafsiran yang membabi buta.

Tak lupa orang-orang yang kerap mengaitkan bencana yang menimpa kelompok diluar mereka dengan azab tetapi menganggap bencana tersebut merupakan ujian jika menimpa kelompoknya sendri pun berpotensi berkontribusi terpapar virus membahayakan, karena dengan berfikiran seperti itu, maka upaya untuk mencarikan solusi menjadi minim. Yang ada hanya nyinyir sampai berimajinasi tentang konspirasi. Virus-virus seperti itu saya rasa adalah virus yang justru lebih mematikan dan sulit dibrantas karena berkaitan dengan keyakinan.